Fakta tentang Kota Pompeii yang binasa karena sering begini | Fakta Dunia

Fakta tentang Kota Pompeii yang binasa karena sering begini | Fakta Dunia

Binasa Karena Dosa? Ini 10 Fakta Tentang Musnahnya Kota Pompeii

Pompeii merupakan salah satu pusat peradaban besar pada zaman Romawi Kuno. Akan tetapi, kota
ini binasa karena tragedi mengerikan, yang turut membumi hanguskan kota-kota disekelilingnya.
Semenjak ditemukan pada tahun 1748, banyak penelitian telah dilakukan oleh arkeolog yang datang
dari berbagai negara.
Berkat kesabaran dan usaha keras, para peneliti itu akhirnya bisa menjawab pertanyaan tentang
penyebab kehancuran, jumlah korban, hingga misteri kelam yang tersembunyi dan tertimbun jauh di
kedalaman.
1. Destinasi Wisata
Pompeii terkenal dengan resort dan villa, serta sering menjadi tempat tujuan wisata bagi para orang
Romawi. Bahkan, Nero, salah satu Kaisar terkenal dari Romawi memiliki villa atau rumah berlibur di
Pompeii. Salah satu ciri khas yang dimiliki Pompeii adalah nilai seni pada setiap pahatan
bangunannya. Meskipun, barang-barang peninggalan mereka sangat sensual dan cenderung fulgar.
Pada saat penggalian dilakukan, tim ahli terpaksa harus memindahkan beberapa peninggalan yang
dianggap terlalu cabul ke dalam museum rahasia yang telah dipersiapkan. Banyak yang mengira
bahwa perilaku dan kehidupan yang sedemikian rupa merupakan penyebab mengapa kota ini
dibinasakan.
2. Dihuni Orang Kaya
Karena menjadi tujuan wisata bagi kaum elit pedagang dan kerajaan, Pompeii yang dihuni oleh
sekitar 15.000 orang ini menjadi kota yang sangat sejahtera. Hal ini bisa dilihat dari keberadaan
gimnasium, pelabuhan, stadium, serta amfiteater yang tersebar di kota ini.
3. Bukan Kota Romawi
Karena arsitektur serta letaknya yang berada di Italia, tidak heran jika Kota Pompeii kerap dikira
sebagai peninggalan peradaban Romawi.Padahal, Pompeii sebenarnya dibangun oleh orang-orang
Osci dari Yunani pada abad keenam atau ketujuh sebelum Masehi.Kemudian, kota Pompeii direbut
oleh orang-orang Romawi. Namun, barang-barang yang tertinggal di sana kebanyakan adalah
peninggalan budaya Yunani.
4. Keberadaan Gunung Berapi
Meskipun sudah hidup selama berpuluh-puluh tahun, penduduk kota Pompeii tidak menyadari
bahwa gunung Vesusius adalah gunung berapi. Hal ini dikarenakan gunung tersebut sudah tidak aktif
selama hampir 1.800 tahun lamanya. Pantas saja, mereka makan, tidur, dan hidup tanpa ada rasa
khawatir sedikitpun.
5. Sudah Ada Pertanda
Uniknya, sebenarnya alam sudaha memberikan beberapa peringatan bahwa gunung Vesusius akan
Meletus. Peringatan tersebut datang dari beberapa gempa bumi kecil yang kerap terjadi. Akan
tetapi, para penduduk justru mengabaikan pertanda-pertanda tersebut.

6. Erupsi Setelah Festival
Mirisnya, Erupsi Gunung Vesuvius terjadi sehari setelah festival keagaaman untuk Dewa Vulcan, atau
Dewa Api dalam kepercayaan Romawi Kuni. Erupsi ini berlangsung selama 24 jam dengan jumlah
energi panas mencapai 100.000 kali energi bom atom Hiroshima dan Nagasaki.
7. Kemungkinan Selamat
Seharusnya, Pompeii bisa selamat karena menurut para ahli, angin di sekitar Gunung Vesuvius
biasanya berembus ke arah barat daya. Namun sialnya, angin itu malah berbelok ke arah barat laut
tempat Kota Pompeii berada. Wah, kok bisa ya? Apakah ini kebetulan? Atau memang kehendak
Tuhan? Yang Jelas, jika masyarakat menyadari tanda-tanda gunung yang akan Meletus, para
penduduk mungkin sempat mengungsi dan selamat dari bencana ini.
9. Hilang Selama 1.500 Tahun
Kota Pompeii rupanya sudah terkubur abu gunung Vesuvius selama 1.500-an tahun dan sempat
terlupakan dari sejarah umat manusia.Kota ini baru ditemukan kembali pada tahun 1599 oleh arsitek
Italia bernama Domenico Fontana ketika sedang menggali saluran air.Setelah itu, baru pada tahun
1748 Pompeii resmi digali. Bahkan, hingga sekarang, penggalian Pompeii sebenarnya belum selesai.
8. Terkubur Sedalam 4-6 Meter
Meski butuh 1.500 tahun untuk ditemukan, kondisi rumah, benda-benda, hingga jenazah warga
Pompeii masih cukup utuh saat ditemukan.Hal ini dikarenakan abu yang membungkus Kota Pompeii
mencapai ketebalan 4-6 meter sehingga Kota Pompeii menjadi kota kedap udara.
10. Saksi Hidup Kejadian
Bencana mengerikan tersebut ternyata disaksikan oleh seorang remaja. Pliny the Younger adalah
satu-satunya saksi mata terkait tragedi Pompeii. Menurut Eyewitness to History, Pliny berusia 18
tahun dan tinggal di seberang teluk di Misenum ketika letusan terjadi. Paman Pliny yang merupakan
orang penting, pergi ke Pompeii untuk menyelamatkan para korban. Sayangnya, Paman Pliny tidak
mampu menyelamatkan siapa pun, bahkan dirinya sendiri.
Letusan gunung berapi memang selalu meninggalkan malapetaka dan kesedihan. Tak terkecuali yang
terjadi di Pompeii.
Fakta tentang Kota Pompeii yang binasa karena sering begini | Fakta Dunia backup